Sales Agama

Ironi di masyarakat dimana terjadi persekusi terhadap umat agama lain karena tidak ingin agama tersebut berkembang di daerah tersebut. Hal ini seringkali dijadikan alasan mereka untuk menutup tempat ibadah suatu umat. Seharusnya sesama “sales agama” bersaing dengan FAIR tanpa harus menjatuhkan “lawannya”.

Ironi ketika ada sales agama yang satu ini selain “dagang agama”┬ájuga menjatuhkan bahkan menjegal sales agama yang lain. Bahkan kelompok mereka ada yang membuat gerakan tersendiri untuk menjegal dan mejatuhkan “sales” agama yang lain.

Kita tidak perlu menjadi seperti mereka. Sebagai seorang yang bisa disebut “sales agama” juga, kita tidak perlu memberitakan injil dengan menjatuhkan gerakan-gerakan mereka yang juga massive memurtadkan orang kristen. Cukup perbaiki kualitas iman orang-orang percaya, niscaya gempuran pemurtadan berbalut “logika” kristologi dan bantuan ekonomi tidak akan mempan, malah bisa jadi “senjata makan tuan”. Masih banyak saudara-saudara kita yang masih sebatas “KRISTEN KTP”. Kita perlu mendoakan dan mewujudkan terjadinya kebangunan rohani.

Mari kita renungkan sejenak. Apakah kita sudah peduli dengan kualitas iman saudara-saudara kita? atau kita masih sibuk dengan kehidupan kita sendiri?

Di tempat lain, ada segerombol orang intoleran yang mempermasalahkan keberadaan sebuah tempat ibadah. Waktu ditanya : “Ini negara pancasila bukan ?? Sila pertama apa isinya?”.. Mereka langsung gelagepan. Menghadapi kaum “pokok’e” ini terkadang juga harus tegas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.