Kuasa Penghakiman

Seorang Laki laki pergi ke sebuah Gereja. Ia lupa mematikan Hp nya sehingga berdering secara tiba tiba waktu sedang khidmat Berdoa. Seorang pendeta memarahinya. Para Jemaat menegurnya setelah doa karena dia sudah mengganggu keheningan.

Istrinya terus menguliahinya sepanjang Jalan pulang ke Rumah karena Keteledorannya itu.
Orang-orang tampak melihatnya dengan remeh dan memalukan.

Sejak itu, ia tidak pernah melangkahkan kakinya lagi ke Gereja itu.

DAN…..

Malam itu, ia pergi ke sebuah Bar…
Masih merasa gugup dan terguncang, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja.

Pelayan Bar minta maaf dan memberikannya Lap untuk membersihkannya sendiri.
Petugas Kebersihan mengepel Lantai.
Manajer Bar itu memberikan Minuman Pengganti. Ia juga memberikannya Pelukan dan berkata : “Jangan kuatir. Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?”

Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke Bar itu.

PELAJARAN…:

Kadang-kadang sikap kita sebagai Orang percaya malah mengantarkan Jiwa-jiwa ke Neraka.

Engkau dapat membuat Perbedaan dengan Bagaimana memperlakukan Orang secara Khusus penuh Cinta kasih ketika mereka melakukan Kesalahan.


Sebuah kisah nyata yang terjadi dengan seorang teman saya… Dulu waktu masih SMA, dia sangat aktif dalam pelayanan sebagai worship leader maupun kegiatan kerohanian di sekolah.

Setelah lulus SMA, dia jarang sekali ke gereja… Dan suatu ketika, ia kembali ke gereja, oleh seorang usher (penerima jemaat) diperkatakan begini : “Eh, tumben kamu ke gereja???”…

Sejak saat itu, ia tidak pernah ke gereja lagi dan memilih untuk menjadi mualaf.

Sobat, mari belajar untuk menyatakan cinta kasih Tuhan dalam perilaku kita terhadap sesama.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.