Jangan Memiliki Mulut Ember Bocor

Yakobus 1:26 (TB) Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 1:26 (FAYH) Jika seseorang mengatakan bahwa ia orang Kristen, tetapi ia tidak menjaga lidahnya, maka ia hanya membohongi dirinya sendiri dan kekristenannya itu tidak ada artinya.

 

Ternyata kebiasaan menggosip itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada kalangan pendeta ataupun hamba Tuhan.. Ya mereka juga tetap manusia biasa seperti kita. Beberapa kali saya ngobrol dengan beberapa pendeta, ternyata ada aja yang suka ngomongin kejelekan pendeta atau gereja lain, mengatakan gereja itu sesat, pendeta X punya dosa ini itu dst.

Di komunitas komselpun juga ada orang-orang yang suka tiba-tiba ngajak kita ngobrolin tentang kejelekan orang lain, bahkan ada yang mengatasnamakan Tuhan, atau ia mendengarkan suara Tuhan bahwa si A itu ada roh yang jelek. Wow, ngeri deh….

Ada juga teman gereja lainnya yang suka mengadu domba. Misalnya : Ngomong dengan si A kalau si B pernah ngomong ke dia kalau si A itu begini. Setelah itu dia ngomong ke si B bahwa si A pernah ngomong kalau si B begitu. Dan akhirnya keduanya berantem… Roh adu domba ^^

Guys, ketika ada orang ngobrolin tentang orang lain, sebaiknya kita jangan sampai ikut-ikutan nyampah atau jadi KOMPOR. Ada baiknya jika kita hanya mengambil sikap netral-netral saja dan biarlah ceritanya itu hanya berhenti sampai di kita, jangan malah kita menceritakan pada orang lain. Ingat bahwa orang-orang yang bercerita buruk tentang orang lain kepada kita, maka suatu ketika dia juga akan bercerita hal buruk tentang kita pada orang lainnya lagi. Hmmm… Sia-sialah melayani jika kita tidak bisa mengekang lidah atau menjaga ucapan.

1 Petrus 3:10 (TB)

Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Kalau kita tidak bisa menjaga lidah kita, maka dikatakan dalam yakobus di atas kita sedang menipu diri dan sia-sialah ibadah kita. Jangan sampai orang di luar kristen berkata : “Ah, ternyata orang kristen itu mulutnya sama saja…”. Belajar untuk tidak berkata dusta (mengurangi, melebih-lebihkan), karena sesungguhnya orang bisa menilai kita dari apa yang kita ucapkan, apakah omongan kita bisa dipegang atau tidak.

Firman Tuhan mengatakan Amsal 18:21 (TB) Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Apa yang sering kita gemakan melalui lidah kita? Apakah itu pujian, mazmur, pengajaran, teguran, nasihat yang membangun? Atau malah keluhan, gosip, amarah, kebohongan? Mari gunakan lidah kita untuk memuliakan Tuhan dan bukannya mengotorinya dengan mengatakan gosip, keluhan amarah ataupun kebohongan. Berpikirlah dahulu sebelum engkau berbicara dengan lidahmu. Pikirkanlah dampak dari perkataan kita.

Yakobus 3:9-10 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,  dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Kalau kita mau melihat hari-hari yang baik pun kita harus bisa menjaga lidah kita. Kalau kita dengar kabar tentang sesuatu, jangan menambahi, mengurangi, mengompori atau bahkan MEMBESAR-BESARKAN. Jangan jadi Pembawa Berita pula… Cukup simpan aib orang lain dan DOAKAN! Ya, doakan saja. Kasih itu menutupi segala sesuatu.

Ketika ngobrol dengan seseorang, belajarlah menahan diri untuk cepat berkomentar. Belajar untuk tidak gampang memotong dan NYENGGAK (menyalahkan, merendahkan pendapat lawan bicara). Yakobus 1:9 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata”. Hendaknya kita menjadi pendengar yang baik.

Ada 3 hal besar yang harus kita hindari : Besar Kepala, Besar Mulut dan Besar Perut. Besar mulut adalah orang yang omongannya besar-besar, berlebih-lebihan (terkesan sombong). Hindarilah hal ini. Jaga hati kita, maka kita bisa mengendalikan mulut kita.

Lukas 6:45 TB © Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Berdoa minta Roh Kudus memberikan kita buah roh penguasaan diri supaya kita dapat mengekang lidah kita, sehingga orang lain bisa berkata bahwa ada TUHAN di dalam hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.