Hutang Piutang Dalam Gereja

Seorang majelis di sebuah gereja terlibat percekcokan dengan istrinya. Hal ini terjadi karena tanpa sepengetahuan istrinya, si suami telah meminjamkan uang kepada seorang anggota jemaat. Hal ini diperparah pula ketika uang yang dipinjam itu tidak segera dikembalikan. Ketika si penghutang ketemu di gereja, ia tidak berani bersalaman, bahkan hanya tertunduk ketika bertemu dengan yang memberi hutang.

Gembala di gereja tersebut sebenarnya sudah menerapkan aturan bahwa “tidak boleh ada hutang pihutang di dalam gereja”. Hal ini karena bisa jadi hal yang rumit jika nominalnya cukup besar.

Daripada menghutangi, lebih baik memberikan sesuai kemampuan tanpa berharap untuk dikembalikan. Dan jika Anda pernah berhutang kepada orang lain, segera lunasi, sekalipun tidak pernah ditagih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.