Bocor Mulut

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

(Amsal 18:21)

 

1 Petrus 3:10

TB ©
“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

MILT
Sebab, “Siapa yang ingin mencintai kehidupan dan melihat hari-hari yang baik, biarlah ia mengekang lidahnya dari yang jahat, dan bibirnya agar tidak mengatakan tipu muslihat.

Setiap hari tentu saja kita akan banyak berkata-kata. Namun apakah semua hal harus kita perkatakan ? tentu saja tidak. Ada hal-hal yang harus tetap kita simpan, tidak perlu diutarakan, apalagi jika menyangkut kejelekan orang lain atau berita yang belum jelas kebenarannya.

Topik hari ini adalah mengingatkan kita agar berhati-hati dengan mulut/ucapan kita, karena kekuatan dari perkataan adalah sangat luar biasa. Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa menjadi teladan/kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, salah satunya melalui ucapan mulut kita. “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12b). Ingat, bahwa kita adalah ANAK TERANG! Janganlah kita memiliki mulut yang BOCOR!

Yakobus 3:5
TB ©
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Banyak orang Kristen yang ketika berada di luar gereja tidak bisa menguasai mulutnya. Masih suka mengumpat, berkata-kata kasar, jorok, membicarakan kelemahan/kekurangan pendeta (gosip) dan sebagainya. Dalam amsal 20:19 dikatakan, “Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” Mulut kita bisa menjadi sangat powerful (berkuasa). Ada banyak orang yang beroleh kekuatan dan dibangkitkan semangat hidupnya akibat mendengarkan perkataan dari orang lain. Sebaliknya ada pula yang menjadi terluka, hancur, frustasi dan putus asa oleh karena terbunuh oleh perkataan yang disampaikan oleh orang lain.

Lalu, bagaimana seharusnya perkataan orang Kristen itu?

1. Perkataan penuh kasih

Artinya suatu perkataan yang penuh dengan keramahan dan didasari oleh kasih setelah terlebih dahulu dipertimbangkan dengan matang, sehingga orang lain yang mendengarnya dibangun, dikuatkan, dihibur serta didorong ke arah yang baik. Karena itu “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29).

2. Perkataan yang menyampaikan firman

Tertulis: “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1 Petrus 4:11a). Ini bukan berarti kita menggurui atau sok pintar, tetapi perkataan kita hendaknya sesuai dengan firman Tuhan, bermuatan kesaksian dan nasihat sehingga orang yang mendengarnya diberkati.

Daripada ngomongin hal-hal yang tidak baik, lebih baik kita memuji Tuhan. Ingat, sebagai ANAK-ANAK TERANG, kehidupan kita disorot oleh orang-orang di luar. Latihlah diri kita untuk menjadi PELAKU FIRMAN! Menjadi PELAKU FIRMAN itu sungguh akan menyenangkan hati Bapa Kita Di Sorga.

“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kolose 4:6

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.