Berkorban Dalam Pelayanan

1 Tawarikh 21:18-29
“Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.” (ayat 18)

Ketika kita ingin berbuat sesuatu untuk Tuhan, kita dituntut untuk berkorban di dalamnya. Sebab nilai sesungguhnya dari persembahan, pelayanan, dan hidup kita di hadapan Allah diukur dari pengorbanan dan harga yang harus dibayar. Hal itulah yang disadari oleh Daud dalam nas bacaan kita hari ini. Apakah itu?

“Korban dengan membayar harga”

“Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.” (ayat 18) Daud mentaati perintah Allah ini dengan suatu komitmen bahwa dia akan membayar harga untuk itu. Itulah sebabnya ketika pemilik tanah itu hendak memberikannya dengan cuma-cuma, Daud tidak menerimanya, ia mau mempersembahkan korban dengan harga yang harus ia bayar. (ayat 24)

Sebagai umat perjanjian baru yang telah ditebus melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sepatutnya kita juga mau membayar harga dalam mengikut Tuhan. Harga itu bisa berupa penyangkalan diri dan kesediaan untuk menderita karena kebenaran (lih. Mat 5:10-12; Mar. 8:34; 10:21-27). Sebab Kekristenan tanpa pengorbanan menjadi tidaklah bernilai sama sekali.

“Korban dengan ketaatan”
“Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan dan memanggil TUHAN. Maka TUHAN menjawab dia dengan menurunkan api dari langit ke atas mezbah korban bakaran itu.” (ayat 26) Daud mempersembahkan korban didasari oleh ketaatannya kepada Allah, bukan sekedar karena dia memiliki kemampuan membayar harga untuk itu.

Ketaatan kepada Allah harus mendasari korban kita kepada Dia. Sebab pengorbanan tanpa ketaatan tidak akan pernah bernilai di hadapan-Nya. Jadi, jangan berkorban karena Anda sanggup melakukannya, tetapi lakukanlah itu karena kesadaran Anda untuk mentaati perintah-Nya.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Diambil dari renungan Pdt. Mauli Siahaan MTh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.