Apakah Gereja Bisa Bersatu ?

Dalam obrolan dengan seorang pendeta, beliau mengatakan bahwa ada gereja X yang saat ini lagi gencar mengambili jemaat dari gereja-gereja lain. Mereka membagikan brosur-brosur KKR ke sekolah-sekolah dengan target anak remaja dan orang tuanya juga. Bahkan pernah ketika menjemput salah seorang jemaat, berpapasan dengan mobil jemputan dari gereja lain yang dimana jemaat tersebut bergereja.

Masalah perpindahan “ikan” dari kolam satu ke kolam lainnya memang menjadi masalah yang umum terjadi. Para pendeta ribut dengan pendeta / gereja lain ketika jemaatnya pindah. Anehnya, ketika ada jemaat yang pindah agama ke “sebrang” karena pernikahan malah ga terlalu ribut ya? hehehe… Harusnya kalau cuma pindah gereja saja, harus tetap disyukuri.. Karena yang penting itu adalah JEMAAT tersebut bisa lebih BERTUMBUH, bukan malah terhilang. Mungkin jemaat tersebut selama ini kurang bisa bertumbuh atau kurang terperhatikan rohaninya.

Sebenarnya apakah gereja bisa bersatu ? meski alirannya berbeda ?

Masing-masing aliran gereja memiliki BUDAYA (CULTURE) dan PENGAJARAN yang berbeda-beda. Aliran yang satu tidak mengakui adanya bahasa roh dan menganggapnya sesat, sedang gereja lain menganggap gereja yang tidak berbahasa roh itu tidak ada roh kudusnya. Kalau begini, rasanya gereja seperti terpecah-pecah ya ? terus mana yang benar ?

Gereja ibaratnya keluarga… Di dalam sebuah keluarga ada orang tua. Orang tua di keluarga A mendidik anak dengan menekankan kedisiplinan, orang tua di keluarga B ┬ámendidik anak dengan menekankan ketaatan, dan seterusnya. Jadi masing-masing memang punya penekanan pengajaran dan budaya yang berbeda. Seperti ini apakah mau disatukan ? oh ya bisa, dengan cara mengawinkannya ­čÖé … Berarti bikin gereja dengan aliran gabungan keduanya. Hehehe… Ya syukur-syukur bisa punya identitas yang jelas, atau malah justru tidak jelas termasuk aliran yang mana.

Alkitab tertulis bahwa kita ini masing-masing seperti anggota tubuh… Ada kaki, tangan, kepala dll. Kaki memerankan fungsinya sebagai kaki, tidak bisa jadi kepala. Demikian juga kepala janganlah berubah jadi kaki. Kesatuan yang dimaksud adalah masing-masing menjalankan fungsi dan perannya, dengan mata tetap tertuju pada Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.